Kalau Mau Berhemat, Jangan Pasang Solar Home System Sekarang


image

Karena keingintahuan belajar, hobi, dan terutama niat untuk berhemat beban listrik, solusi menggunakan energi terbarukan dengan pembangkit listrik mini bertenaga surya (PLTS) rumahan coba mulai dikerjakan sekitar 2-3 tahun lalu di rumah lama. Kebetulan saat itu, dari blog Agus Haris sudah cukup lengkap buat jadi panduan. Yang mau belajar juga cara bikinnya bisa langsung kesana, baca-baca, kerjakan.

Kebutuhan belajar dan hobi sih tersalurkan, tetapi apakah memang bisa dipakai untuk berhemat?
Dan apakah memang benar-benar aman?
Jawaban singkatnya, TIDAK!

Bagi yang fokus pada faktor keekonomiannya, dari tulisan Pak Agus tuh dapat dilihat menghabiskan sekitar Rp 13-15 juta untuk sistem dengan muatan energi sekitar 160Ah kalau tidak salah yang berarti sekitar 24Vdc x 160Ah = 3kWh (hitungan kasar dengan faktor efisiensi batere,). Mohon koreksi kalau salah. Itu masih di luar biaya lain-lain seperti rak/lemari, kabel, relay, paku, dll belum dimasukkan. Dan jangan salah, pelemahan rupiah menyebabkan harga barang² itu juga makin mahal. Hitungan kasar kalau dalam USD ya sekitar $1000 – $3000 yang perlu disiapkan untuk SHS sekitar 3 kWh seperti itu. Dengan kata lain, $0.5 – $1 per Watt, masih jauh lebih murah dibanding dengan pasang jadi oleh jasa provider dengan hitungan kotor $1.5-$2 per Watt nya.

Saat ini, panel sel surya dalam negeri sudah ada yang produksi seperti PT LEN di Bandung, Jawa Barat dengan rata² waktu hidup sama seperti produsen lainnya sekitar 25 tahun. Jadi dengan target jangka panjang, tentu ini sangat mumpuni. Dengan waktu hidup kabel tembaga juga bisa mencapai 100 tahun, memasang SHS ini sekali lagi buat jangka panjang investasi kebutuhan mendasar akan listrik.

Tapi yang menjadi penghalang adalah BATERE sebagai media penyimpanan energi. Teknologinya sangat jauh ketinggalan. Solusi termurah dari biaya saat ini adalah lead-acid atau yang biasa kita kenal dengan AKI. Tapi itupun bukan tanpa masalah. Aki kalau tidak dimaintain dengan sangat baik bisa sangat berbahaya karena mengeluarkan zat kimia berbahaya sulfat. Desulfator, sebagai penetralisir ion² yang dikeluarkan dan dibuang melalui saluran udara mutlak dibutuhkan. Waktu hidup (life cycle), yang ditandai dengan proses charging dan discharging, aki tergolong rendah. Kalau dalam satuan waktu sih hanya mencapai 2 tahun untuk pemakaian minimal sebelum harus diisi kembali.

Dari istilahnya sudah pasti tahu ya proses charging itu proses pengisian sedangkan discharging itu proses penggunaan energi dari batere. Aki yang beredar dan termurah harus menghadap ke atas. Sedangkan yang berbahan gel, tidak harus. Tapi aki berjenis carbon-gel ini juga lebih mahal.

batere aki biasa
batere carbon gel

Kalau bicara elektronik, jaman sekarang semua sudah kenal dengan batere berbahan LITHIUM (Li). Aku sendiri sangat tertarik membangun kembali SHS dengan power storage menggunakan ini. Yang paling banyak saat ini adalah Li-ion dan LiFePO4. Ini sangat menarik karena:

  • Life cycle bisa mencapai 20.000 kali, bandingkan dengan aki yang hanya sekitar 200
  • Level minimum kosong bisa sampai 15%, bandingkan dengan aki yang harus 50% untuk menjaga keawetannya
  • Space yang dibutuhkan juga lebih kecil

Tapi ini bukan tanpa masalah. Selain harganya yang masih mahal, ada satu hal yang tidak disebutkan oleh produsennya itu sendiri. Saat proses charging dan discharging dilakukan bersamaan, dengan regulator tentunya, ada panas yang dikeluarkan secara terus-menerus dan semakin lama semakin menumpuk. Kalau dalam praktek sehari-hari, coba pakai hape yang lagi di-charge sambil dimainkan game, nonton video atau sekedar internetan. Lama kelamaan akan semakin panas karena sel di dalamnya terus bekerja.
Untuk Li-ion sendiri berdasarkan yang pernah kubaca, apabila panas internal ini mencapai 33°C, selain efisiensinya berkurang, itu juga mengurangi usia batere hingga 50% setiap kali dilakukan. Batere LiFePO4 mungkin bisa menahan panas lebih tinggi tapi efeknya tetap sama. Menjaga suhu tetap dingin menjadi kunci utama perawatan batere jenis ini.

NiFe batere yang dibangun oleh Thomas Edison 1901 (wiki)

Ada yang menarik sempat dibaca, untuk ketahanan jangka panjang, batere jenis NIKEL (Ni) lebih baik sebenarnya. Jenis batere Ni-CD kemudian Ni-MH yang paling sering kita jumpai saat ini. Sedangkan NiFe jarang, meski dari beberapa bacaan jenis batere ini sebenarnya yang paling kuat dan pernah diujicoba dulu untuk mesin mobil dan generator listrik Thomas Edison. Hanya saja jenis batere ini yang paling mahal kalau dibandingkan dengan batere jenis lain di atas yang setara.

 

Saat ini perusahaan-perusahaan besar seperti LG, Huawei, dan Panasonic mulai serius menggarap batere rumahan. Bahkan Tesla, produsen mobil listrik, berhasil menggebrak dengan Powerwall-nya yang mengklaim termurah dan terawet di kelasnya dengan kualitas tertinggi.

image
image

Tesla Powerwall sendiri menawarkan harga yang cukup kompetitif di negara asalnya sana, sekitar $3500 untuk 6.4kWh. Sedangkan LG Chem RESU (Residential Energy Storage Unit) 6.4 dengan kapasitas yang sama ditawarkan dengan harga sekitar $8000. Keduanya dapat diparalel apabila kebutuhan energi kurang.

Jadi untuk saat ini, kalau ada niat bikin sistem rumah energi terbarukan sendiri, solar, wind, waterfall atau lainnya, mungkin tunggu perkembangan teknologi batere yang lebih murah dan ramah lingkungan dan kesehatan Anda, apalagi ada anak kecil di rumah yang bisa saja terkena cairan sulfat aki. Intinya, mau berhemat dengan sistem seperti ini sih salah. Tapi kalau mau mulai kecil-kecilan, biaya panel sel surya sendiri sudah cukup murah dan layak untuk dijadikan investasi konsumsi listrik jangka panjang. Hanya sebagai backup listrik aja dulu.

Ke depannya, siapa tahu memang bisa jadi seperti ini (dari dan ke), dan malah listrik dari PLN yang menjadi backup:
imageimage

Satu pemikiran pada “Kalau Mau Berhemat, Jangan Pasang Solar Home System Sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s